Hujan bulan Juni

hqdefault

Oh Allah… kutitipkan cinta yang Kau titipkan padaku, kepadanya.

Jika ia membawa semua rasa itu pergi maka biarlah.

Cintailah dirinya yang kucintai, sesungguhnya seluruh cinta adalah Milik-Mu.

Maka hujanilah dirinya dengan Cinta-Mu.

Dan tempatkanlah ia di tempat terbaik yang Engkau kehendaki.

Lalu air mata kembali luruh dari pandangannya. Menciptakan genangan tak kasat mata di dasar hati. Lelaki itu adalah hidupnya. Kini ia harus belajar hidup sendiri. Tanpa siapapun bisa dijadikan pegangan.

-Goetary-

Abadilah Cinta

Tittle                     :               Abadilah Cinta

Author                 :               Andrei Aksana

Genre                    :               Romance

Penerbit              :               Gramedia Pustaka Utama

Release                :               2003 cetakan pertama, dan 2008 cetakan kedua (ganti cover)

Characters          :               Revan, Ersad, Ardini

Status                   :               Read (burn by fire)

Buy Date             :               Probably 2006

Synopsis:

“Aku hanya memintamu untuk menjaganya, Er!” pekik Revan kecewa, sesaat setelah bebas dari penjara.
“Tapi aku tidak pernah menyuruhmu untuk mencintainya!”

“Lalu, kauanggap apa aku ini?” desis Ersad tersinggung. “Sebentuk robot yang tak memiliki nurani? Sekian tahun kulalui bersamanya, apakah salah jika tumbuh perasaan di hatiku? Adrini istri yang baik. Ia memberikan semua yang kubutuhkan.”
“Karena itulah dulu aku ingin mengawininya. Ia milikku. Dan sekarang aku memintanya kembali darimu!”

Tujuh tahun sebelumnya, karena harus mendekam di balik terali penjara, seorang lelaki meminta sahabatnya untuk menikahi kekasihnya. Dan kini ia meminta kembali semua haknya. Revan dan Ersad, dua lelaki yang memperebutkan cinta suci seorang wanita.
“Kau telah melewati ribuan hari bersama Ardini, Er,” pinta Revan penuh permohonan. “Kini izinkan aku memilikinya hanya untuk satu malam…”

Continue reading “Abadilah Cinta”

Ilusi

Kupikir cintamu adalah nyata

Kupikir kepingan hati yang hancur telah kau rekat kembali dengan kehadiranmu

Kupikir cintamu tak mungkin terkikis oleh waktu

Namun ternyata, semuanya hanya sempat terpikir olehku

Apakah semua ini bahkan nyata?