Aku tak marah

beautiful woman

Sekali dua kau kembali dalam benak

Kenyataan menghempas rindu yang tersembunyi rapat di balik genggaman

Dulu kau selalu bilang bahwa hidup ini tidaklah adil

Duhai Tuan yang selalu amat kucintai, hidup memang seperti itu

Tak ada keadilan

Tak ada kepastian

Sebagai manusia kitalah yang dituntut untuk selalu berdamai dengannya

Sama halnya seperti kadang kala kau kembali dalam bentuk kenangan

Menyempit dalam benak, menyakiti hati

Tapi aku tak marah, Tuan

Tidak akan pernah aku marah pada kenangan atas dirimu

Tidak akan pernah aku mengumpat serapah pada rindu yang berkali-kali mengetuk jiwa

Kubilang cinta adalah anugrah

Dan kau adalah hadiah

Meski kita tak lagi bisa kembali

Kau tak akan pernah kehilangan diriku

-Goetary-

Sakit merindukannya

71ac32eb64ed1a31cf08c2c9bb6491f9--people-laughing-photography-laughter-photography

Gerangan Tuan

Pun diriku merasa lucu dengan perasaan itu sendiri

Dia datang dengan ribuan janji

Ribuan rindu

Ribuan lagu yang serta-merta mewarnai kalbu

Tapi kemudian lenyap,

Bagai di telan angin malam

Tak berjejak

Bahkan ketika bintang masih bersinar di angkasa yang luas itu

Ia hilang tersapu ombak

Tenggelam dalam sunyi yang tak bercahaya

Tapi selucu apa pun perasaan itu

Hatiku, tak berdaya oleh rasa rindu yang menyakitkan

Duhai Tuan, aku merindukannya

Rindu…

image

Sudah terlalu lama sejak kepulanganmu, Rindu.
Rasanya asing mendengar suaramu di ujung panggilan telefon.
Aku masih mengingat setiap nada yang biasa keluar dari bibirmu.
Hanya saja rasanya tak lagi sama,
Ketika sosokmu begitu akrab di sampingku.

Tak pernah lupa tak pernah pergi

image

Dan Sayang,
Pada hakikatnya.
Rindu memang tak pernah meminta ijin.
Kapan kala ia ingin bertamu.
Maupun kapan ia ingin tetap tinggal.
Rindu adalah tuan rumah.
Yang kehadirannya tak ditentukan oleh jumlah ketukan di pintu yang menandakan kedatangan seseorang.
Rindu, adalah tuan, yang menentukan kapan waktunya mengingat dan kapan harus melupakan.
Tapi kita tetap sering bertanya, kapan Rindu pulang.
Padahal Rindu tak pernah lupa untuk tak pernah pergi.

Menitip Rindu pada Setapak Jalan

image

Rindu…
Semoga kau berumur panjang.
Seperti hujan hari ini.
Kutitipkan Cinta yang tak habis dimakan waktu.
Pada semilir angin sepanjang jalan setapak.
Berharap bertemu denganmu tepat waktu.

Mengamini Kealpaan

Alone-cute-girl-sad-lonely-lake-on-stone-sunset

Mengapa rindu…

kerap menumbuhkan kehampaan

mengamini kealpaan

menambah kegalauan

Mengapa cinta…

membuat keputusasaan terasa wajar

membuat luka bagai penghibur di kala duka menyambut

namun tetap terasa bagai candu yang manis

Mengapa…?

Menelan Rasa

Alone-brunette-girl-sunset-gorgeous-cute-sadness

Biar kutelan rinduku

Seperti aku menelan air mata yang datang setelah kekecewaan panjang

Dan bukankah air mata adalah bendungan rasa

Yang jika dibiarkan melebur pada selembar sapu tangan

Suatu saat nanti, rasa itu dapat lenyap

Sedikit demi sedikit

dari waktu ke waktu…?