Selamat Tinggal Hujan Bulan Juni

peopletumblrcameraphotographyphotgrapherguy-488d964c41f41ef7fd5d35e5ddfd81c4_h

Cinta…

Hari ini Hujan kembali turun

Pertanyaan mengapa baru sekarang menari-nari di kepala

Juni telah berlalu

Kau yang selalu hadir di waktu yang sama tiap tahunnya, kali ini berubah haluan

Seakan memintaku berhenti berharap

Berhenti mengharapkan hujan yang datang tiap bulan Juni

Tapi kau terlanjur menjadi peringatan bagi diriku yang terlahir baru tiap tahunnya

Bagaimana bisa kulewati semuanya

Dan menerima kepulanganmu di waktu yang berbeda

Kalau memang harus begini, perlukah kuucapkan selamat tinggal?

-Goetary-

Hujan bulan Juni

Kelak tak akan lagi ada pertanyaan, tentang apa semua ini.
Karena dia yang tertakdirkan, akan selalu ada. Tak pergi meski hilang. Dan tak hilang meski tiada.
Jadi, biarlah jawab menggantung tinggi pada kaki bintang yang berpendar di langit malam. Tak pelak mengusik sesuatu yang tak perlu diusik.
Continue reading “Hujan bulan Juni”

Hujan bulan Juni

true love has a habit of coming back

 

alone-baby-cry-rain-favim-com-2056544

Tiap kenangan yang ia punya. Cinta yang ia miliki. Hancur lebur, koyak bagai kertas di tengah badai hujan dan angin. Tak yakin siapa yang harus ia percaya. Kebohongan apa yang selama ini ia hidup di dalamnya. Mendadak merasa seakan tiap orang tengah melakukan tipu muslihat kepadanya. Ia merasa dipermainkan. Cinta yang dibangun oleh kenangan ternyata tak cukup kuat menanggung kepedihan oleh pengkhianatan, yang rasanya ribuan kali lebih memilukan dari apapun yang pernah ia rasa.

-Goetary-

Senandung hujan

image

Rindu.
Bagaimana rasanya hujan sepeninggalanku malam itu.
Adakah ia tetap terasa manis di bibirmu.
Ataukah langkahku menyeret pergi gula dari kopi hitam kesukaanmu.
Masihkah kau tersenyum mengingat senyuman di bibirku kala hujan jatuh serentak bersenandung.
Ataukah, justru kini benci meretas tiap bunyi hujan mengaduh di atap rumah.

Lebih dari itu, semuanya milikmu.

tired-alone-girl-rain-sad-Favim.com-408942

Sepanjang siang tadi, hujan turun tak berkesudahan. Sejauh mata memandang, langit, rumah-rumah, pepohonan, kendaraan, serta jalanan nampak basah dan layu. Tak terkecuali diriku.

Karena merindukanmu, siangku rasanya menjemukkan. Sedikit menyesakkan. Sedikit menyakitkan. Semuanya karena merindukanmu…

Hampir setiap hari sejak kedatanganku, aku berharap bisa berbicara denganmu. Selalu ada hal baru yang ingin kuceritakan, kabar-kabar yang kerap terlupakan seiring waktu berlalu. Sementara sampai sesore ini, yang masih mampu kuingat hanya satu, betapa aku merindukanmu.

Dimanakah kau berada sekarang? Jika saja kutahu, mungkin gelisah ini dapat sedikit kuredam. Kadang aku berharap bisa bicara denganmu, jika tak diperbolehkan, maka setidaknya bercerita tentangmu pada orang lain. Namun itu pun aku tahu tak boleh. Karena tak ada yang bisa kulakukan selama itu berhubungan dengan dirimu.

Jadi maukah kau memaafkan diriku, jika malam ini aku ingin menangis? Sedikit saja. Cukup sebentar. Karena perasaanku yang gundah kian mengelam. Dan aku telah tenggelam di dalamnya. Jika air mata dapat membebaskanku, karena kau pasti tak bisa. Maka biarkan saja walau hanya secuil perasaan yang mampu ia angkat. Karena lebih dari itu, semuanya milikmu. Dan hanya pemiliknyalah yang berhak mengambilnya, bukan?

Semoga hujan reda malam ini, karena dinginnya udara yang menusuk hingga ke tulang hanya akan membuatku semakin membutuhkan pelukanmu.

[MV+Lyrics] B.A.P – Rain Sound

BAP Rain Sound

Continue reading “[MV+Lyrics] B.A.P – Rain Sound”

Harusnya hujan tak usah berhenti

meli_yağmur

Di depan jendela ruang tamu

Aku memandangi hujan yang turun sore itu

Sambil terus-terusan berdoa agar hujan lekas berhenti

Namun hingga hujan berangsur reda, hingga gerimis berganti cerah

Aku masih tak melihat bayanganmu dari balik tirai yang tersibak

Harusnya hujan tak usah berhenti