Jika kau ingin pergi…

Aku asyik memikirkan

Betapa aku tak ingin berpisah denganmu

Betapa hancurnya diriku jika kau berniat pergi

Tanpa menyadari

Kalau pada kenyataannya kau memang sudah tak disini…

boram sendiri wanita kesepian gadis cantik berambut panjang

Topeng

Cuma segenggam cinta yang kupunya

Jika kau bilang yang kita butuhkan dalam hidup hanyalah cinta

Maukah kau bersamaku?

Ataukah, cinta bagimu hanya sekedar topeng untuk menutupi keserakahanmu saja?

Where are you now?

That day, we were in love

Too deep in love

We like each other. We laugh together

We shared our pain. We shared our tears. We shared our days and night

I used to make you laugh just by smiling

You would hurt too when you saw my tears

We were in love, didn’t we?

But where are you now?

Where were you when my tears keep falling down

Where were you when i can’t stop calling your name?

Are you forgot me already?

Don’t you miss me anymore?

Won’t you comeback to me?

Am I have been totally erased from your memory?

Don’t tell me goodbye

I understand the way you see me now

Even before you opened your mouth

I want you to lie to me

I tried to avoid it and run away

But your eyes are telling me goodbye

Andrei Aksana :: The Most Beautiful Man

Melukiskan dirinya

Setiap helai kata menjadi lumpuh

Kehilangan makna

-Lelaki Terindah by Andrei Aksana-

Andrei Aksana :: The Most Beautiful Man

Sudah kualami perih karena kehilangan

Sudah kureguk kecewa karena ditinggalkan

Sudah ku didera luka karena dikhianati

Semuanya belum seberapa

Hanya satu derita yang paling menyiksa

Jatuh cinta

Tapi tak bisa memiliki

***

-Lelaki Terindah by Andrei Aksana-

The day when you walk away

 

Selangkah demi selangkah, kau berjalan menjauh

Menyisakan kehampaan yang tak berkawan

Detik demi detik, waktu berputar

Membawa kesempatan berlalu bersamanya

Saat kau beranjak pergi

Mengapakah aku tak bisa mengejarmu?

Padahal aku ingin memintamu untuk tetap tinggal bersamaku

Padahal jiwaku bagai rerumputan yang kering di musim kemarau tanpamu

Jangan pergi…

Aku ingat mengucapkan kalimat tersebut

Aku ingat sempat menengok kearah mana kau pergi

Tapi kau tak berhenti, bayanganmu memudar ditelan kabut yang bersarang di mataku

Kau tak lagi menengok ke belakang. Di tempat aku menunggumu penuh harap

Lalu aku sadar, ternyata, ucapanku barusan sudah di telan angin, hingga kau tak mendengarnya, kau tak merasakannya

Disana.

Hanya bayanganmu yang tak mampu di renggut oleh sang waktu

Selamanya bersemayam di hatiku

Bagai hantu yang mengikuti kemanapun diriku pergi

Disana.

Dalam diam, sunyi dan sepi, aku menunggumu

Tapi kau tak kembali.

Sementara aku masih disini.

Dengan hati terluka.

Menangisi kepergianmu.

Tanpa berharap kau kembali lagi…