Postingan perdana di awal tahun 2018!

new year

Sadarkah kalian betapa cepatnya waktu berlalu?

Rasanya seperti baru kemarin lalu ngerayain pergantian tahun 2016 ke 2017, kadang-kadang malah masih sering salah nyatat tanggal di notebook dan sekarang udah hari pertama Tahun 2018. Entah mesti seneng atau sedih 😆

Well, emang gak ikut meramaikan pergantian tahun semalam sih, meskipun masih dengan senang hati nonton kembang api di langit depan rumah 😀 Tapi toh tahun tetap berganti meskipun kita mati-matian gak ikut ngeramein (yakali!) yekan, yekan? :mrgreen:

Apalah artinya pergantian tahun tanpa resolusi baru. Semua orang melakukannya dan diri ini pun termasuk. Meskipun kenyataannya resolusi-resolusi tahunan yang di list tiap akhir tahun menuju awal tahun justru terlupakan seiring hari bergulir di awal-awal tahun pertama hahaha. Tapi gak ada salahnya kok bikin resolusi, sometimes resolusi itu sadar atau tidak tetap akan mempengaruhi hidup kita sepanjang tahun (kecuali resolusi untuk rajin olahraga dan DIET MULAI BESOK).

So here is My New Year Resolution: Bismillahirrahmanirrohim… Continue reading “Postingan perdana di awal tahun 2018!”

Hujan bulan Juni

​Inggit terjaga sesaat sebelum matahari terbangun dari tidur panjangnya. Langit masih cukup gelap di luar, namun garis-garis cahaya mulai menembus tirai tipis jendela kamar.
Semalaman sangat sulit baginya untuk bisa tidur, dan ketika akhirnya ia bisa memejamkan mata, itu pun hanya sebentar. Dengkuran halus pria di sampingnya tak mampu menenangkan tidurnya.

Terpekur ia memandangi wajah tampan pria itu, merasakan dadanya mulai penuh oleh emosi. Betapa ia bahagia saat ini, namun juga sangat sedih.

Inggit tak mau mengakui kegundahannya pada pria itu, ia tak ingin merusak semua kebahagiaan hanya dengan satu pernyataan egois yang sejak lama berputar-putar di otaknya sampai membuatnya pening bukan kepalang.

Melihat tenang lelaki itu dalam tidurnya, ia memutuskan untuk menikmati setiap jengkal napasnya. Inggit kembali masuk dalam selimut, menopangkan pipinya pada kedua tangan di atas bantal. Rasanya ingin sekali mencium bibir pria itu, namun ia terlalu takut membuatnya terbangun. Memandangi wajah rupawannya, tanpa sadar ia pulas seiring meningginya matahari di luar.

Goetary