Seharusnya tidak lagi

Aku seharusnya tidak merindukanmu malam ini

Tapi rindu menelusup dalam hati, sekali saja mengetuk dadaku dan mendadak seluruh pikiranku diisi oleh namamu

Setiap celah hatiku terus membayang wajahmu

Lalu tangan dan bibirku kembali mengingat rasamu

Begitu saja…

Solo Grey

solo-greys

Aku yakin, Tuhan pasti mengerti bahwa aku berusaha bahagia untukmu.

Karena tak peduli sekeras apa aku berusaha.

Aku tak bisa memaksamu merasakan apa yang tak ingin kau rasakan.

-Lee Junho-

Kau berjanji untuk mencintaiku dalam keadaan bagaimana pun.

Mencintaiku sepenuh hatimu.

Hari ini aku kembali, untuk menagih kata-kata itu.

-Shim Changmin-

Aku bukan orang yang sama, dengan wanita yang kau kenal 2 tahun lalu.

-Kwon Yuri-

Continue reading “Solo Grey”

How does your Coffee?

“How do you like your coffee, Ma’Am?”

“With a couple of bittersweet, one littre of tears, and a chocolate spoon made by longing,” she said.

Hujan bulan Juni

Percayakah jika kubilang, Orang mati bisa tetap hidup dalam mimpi orang lain? Seperti pada malam-malam setelah kepergiannya, dia, masih ada. Dalam mimpi yang terasa begitu nyata. Seolah dia benar-benar masih disini.

“Percaya gak?”
Sebelah kening lelaki itu terangkat mendengar satu kalimat pendek yang selalu menjadi ciri khas tiap kali perempuan cantik di hadapannya ingin mengatakan sesuatu. Seakan apa-apa yang ingin dikatakannya sudah lebih dulu keluar dari bibirnya, atau bisa saja ia berpikir dengan mengatakannya mendadak orang tau apa yang sedang ia pikirkan.

Tapi seperti biasa dirinya tak sedang ingin berdebat. Lagipula baginya hal kecil seperti itu adalah salah satu daya tarik wanita itu.

“Percaya soal apa?” tanyanya tampak berminat.

Wanita berambut sebahu itu tersenyum membalas ketertarikan yang ditujukan untuk dirinya. Ia berdeham supaya terlihat serius. Atau supaya terlihat pintar di depan pria menarik itu.

“Kamu pernah gak, gak bisa tidur waktu malam padahal udah ngantuk banget?” pria itu mengangguk dan dia segera merebut kesempatan itu untuk melanjutkan ucapannya.

“Jadi, saat kita gak bisa tidur waktu malam padahal udah ngantuk banget itu sebenernya bukan karena hal gaib atau semacamnya. Tapi karena kita hidup di saat itu dalam mimpi seseorang.”

Mendadak terlihat antusias, lelaki itu bertanya, “O ya?”

Wanita itu mengangguk cepat. “Seperti ada kontak batin di antara dua orang, tapi mereka gak sadar. Sering dengar soal kekuatan pikiran kan? Dimana ketika kita memusatkan pikiran pada suatu hal dan itu bisa terjadi. Beda tapi cukup mirip,” ia mengakhiri penjelasannya dengan tampang sok tau. “Percaya gak?” tanyanya kemudian.

Senyum kembali mengukir pipinya, lelaki itu lalu mengangguk. “Aku percaya…”

Hujan bulan Juni

bc29a2c1499eae8b960aeea0f18995ce

“Abang sudah pergi, Mbak.” Begitu isi pesan Blackberry Messengger-nya.

Pada hari itu, ketika kabar kematian kekasih hatinya sampai kepadanya. Dia tidak menangis. Dia pikir, itu terjadi karena ia memang sudah siap untuk merelakan. Hingga keesokan harinya. Ketika akhirnya, entah bagaimana, ia mulai tersadar. Bahwa kali ini, kepergian lelaki itu adalah untuk yang terakhir, dan untuk selamanya.

Kali terakhir lelaki itu pamit, ia masih bisa mendengar suaranya lewat sambungan telefon. Terakhir kali lelaki itu memutuskan hubungan karena marah padanya, ia masih bisa meminta maaf dan berbaikan. Terakhir kali mereka berpisah, lelaki itu masih sering menghubunginya walau tidak bisa bertemu muka.

Maka meskipun telah berkali-kali ditinggalkan. Ia yakin lelaki itu tidak pernah benar-benar pergi. Dan hari ini, setelah seharian kemarin berlalu biasa saja. Ketika Ia mulai memikirkannya. Ketika ia meresapi rasa kehilangan yang mulai mengosongkan hatinya. Tak kuasa air mata serta-merta memenuhi penglihatannya.

Continue reading “Hujan bulan Juni”

Hujan bulan Juni

Aku akan selalu kembali, Sayang. Pengembara sekalipun, membutuhkan rumah. Bagiku kau adalah tempatku pulang. Akan selalu seperti itu. Percayalah…

-Goetary-

Hujan bulan Juni

Setahun telah berlalu sejak itu. Namun hujan di tahun kemarin selalu membekas di hatinya. Ketika itulah hidupnya yang dipenuhi kabut kebohongan terselamatkan untuk pertama kalinya. Pada hujan di penghujung Juni, ia akhirnya menyadari bahwa perlahan luka yang menoreh hati berangsur pulih.

Seseorang menggenggam jemarinya, erat, hangat, dan banyak cinta mengalir naik dari saraf-saraf di antara jari-jemarinya. Ia menoleh, memandang pria berkemeja hitam yang duduk di balik kemudi mobil di sisinya.

Continue reading “Hujan bulan Juni”

Hujan bulan Juni

Kelak tak akan lagi ada pertanyaan, tentang apa semua ini.
Karena dia yang tertakdirkan, akan selalu ada. Tak pergi meski hilang. Dan tak hilang meski tiada.
Jadi, biarlah jawab menggantung tinggi pada kaki bintang yang berpendar di langit malam. Tak pelak mengusik sesuatu yang tak perlu diusik.
Continue reading “Hujan bulan Juni”

Hujan bulan Juni

beautiful-anime-couple-art-in-rain

True love has a habit of coming back.

-Goetary-

Hujan bulan Juni

true love has a habit of coming back

 

alone-baby-cry-rain-favim-com-2056544

Tiap kenangan yang ia punya. Cinta yang ia miliki. Hancur lebur, koyak bagai kertas di tengah badai hujan dan angin. Tak yakin siapa yang harus ia percaya. Kebohongan apa yang selama ini ia hidup di dalamnya. Mendadak merasa seakan tiap orang tengah melakukan tipu muslihat kepadanya. Ia merasa dipermainkan. Cinta yang dibangun oleh kenangan ternyata tak cukup kuat menanggung kepedihan oleh pengkhianatan, yang rasanya ribuan kali lebih memilukan dari apapun yang pernah ia rasa.

-Goetary-

Hujan bulan Juni

true love has a habit of coming back

98104-they-come-they-go-they-come-back

Lirih terdengar isak tertahan, serta nafas yang bergetar, ketika akhirnya lelaki itu bersuara. “Aku kembali.”

Hujan serentak bergemuruh bersama angin yang marah. Pepohonan miring kian kemari, dunia bergolak seiring keyakinan yang dimilikinya runtuh satu-persatu. Merebut yang paling berarti, yang juga menjadi satu-satunya pegangan yang ia punya sejak hari di mana dunia memaksanya menghadapi kenyataan dan menjadi orang lain. Berpura-pura bahagia ternyata tidak lebih menyiksa, daripada menyaksikan hidup mempermainkannya seperti angin bermain di antara celah pepohonan, menyiksa mereka karena harus bertahan hidup supaya tak tumbang di tengah badai.

-Goetary-

Rindu…

image

Sudah terlalu lama sejak kepulanganmu, Rindu.
Rasanya asing mendengar suaramu di ujung panggilan telefon.
Aku masih mengingat setiap nada yang biasa keluar dari bibirmu.
Hanya saja rasanya tak lagi sama,
Ketika sosokmu begitu akrab di sampingku.

Senandung hujan

image

Rindu.
Bagaimana rasanya hujan sepeninggalanku malam itu.
Adakah ia tetap terasa manis di bibirmu.
Ataukah langkahku menyeret pergi gula dari kopi hitam kesukaanmu.
Masihkah kau tersenyum mengingat senyuman di bibirku kala hujan jatuh serentak bersenandung.
Ataukah, justru kini benci meretas tiap bunyi hujan mengaduh di atap rumah.

Menitip Rindu pada Setapak Jalan

image

Rindu…
Semoga kau berumur panjang.
Seperti hujan hari ini.
Kutitipkan Cinta yang tak habis dimakan waktu.
Pada semilir angin sepanjang jalan setapak.
Berharap bertemu denganmu tepat waktu.

I miss a lot of things

image

I drink a lot of coffee lately. Guess i try too hard to remember your smell that resemble from a cup of a black coffe. And surprise how much a cup of coffee brings a lot of you. I remember your laugh, your smile, your eyes, your lips, your voice, your hands, your hair, your chest, your belly, and still remember how you used to taste. I miss having a conversation with you, fight for the silly things, and made up with one kisses. I miss having a night walking with my hand in your hand, and my shoulders againts yours, i miss the “sepanjang jalan kenangan” lyrics you onced sang after we spend some time at café. I miss the way you kiss my upper head everytime i pretend to fall asleep anywhere i could. I miss the way you call me with a nickname you gave. Anyway, i miss a lot of things. Mostly your existence. Wish you well sweetheart, wherever you are, whenever you’ve been. Love you with all my heart 💕