siapa saja di belakang?

wp-1488266118862.jpg

Kuharap semoga, kau tak perlu melihat dirinya yang sebenarnya

Betapa ia kecewa, marah dan sedih

Betapa ia ingin meminta lebih namun menahan lidahnya untuk berucap

Betapa ia berharap kau bisa menjadi sesuatu yang lain

 

Mungkin dia sudah terlalu terbiasa dengan yang namanya perpisahan

Sampai-sampai ketika seseorang akhirnya memutuskan untuk tinggal

Ia justru bingung menghadapinya

Malah mencari cara bagus untuk mengusir pergi tamu tak diundang tersebut

 

Aku hanya berharap Sayang…

Semoga kau menyadari betapa kau tengah merakit bom waktumu sendiri

Sehingga kau sadar dan menghentikan apapun yang kau lakukan sekarang

Berhenti dan lihatlah, betapa ia mencintaimu dan berusaha menerima dirimu sebagaimana kau ingin diterima

 

Kalau semua yang mampu ia berikan tak cukup memuaskan bagimu

Lalu mengapa kau masih tinggal disisi?

Bukankah kau semestinya menengok ke belakang

Betapa kau menyumbat antrian.

Terhempas Kenyataan

image

Tuhan…
Jangan biarkan aku berharap.
Untuk kembali terhempas oleh kenyataan.

Yang susah payah kau akui

girl,lonely,photography,city,lights,emotive-6a0b7730c9fe3c8e1198f4ec835b4528_h

Mencintaimu bukanlah sebuah kesalahan.

Pun begitu tak akan pernah kusesali.

Maaf sudah menyebabkan banyak sekali luka.

Tapi mungkin, di hatiku memang tak lagi ada namamu.

Jadi terima kasih untuk ucapan menyakitkan kemarin.

Aku tidak akan menyalahkanmu. Justru sebaliknya, aku harus berterima kasih.

Karena akhirnya, dengan susah payah kau mau mengakui betapa kau menyesal pernah mencintaiku.

Menelan Rasa

Alone-brunette-girl-sunset-gorgeous-cute-sadness

Biar kutelan rinduku

Seperti aku menelan air mata yang datang setelah kekecewaan panjang

Dan bukankah air mata adalah bendungan rasa

Yang jika dibiarkan melebur pada selembar sapu tangan

Suatu saat nanti, rasa itu dapat lenyap

Sedikit demi sedikit

dari waktu ke waktu…?