Selamat Tinggal Hujan Bulan Juni

peopletumblrcameraphotographyphotgrapherguy-488d964c41f41ef7fd5d35e5ddfd81c4_h

Cinta…

Hari ini Hujan kembali turun

Pertanyaan mengapa baru sekarang menari-nari di kepala

Juni telah berlalu

Kau yang selalu hadir di waktu yang sama tiap tahunnya, kali ini berubah haluan

Seakan memintaku berhenti berharap

Berhenti mengharapkan hujan yang datang tiap bulan Juni

Tapi kau terlanjur menjadi peringatan bagi diriku yang terlahir baru tiap tahunnya

Bagaimana bisa kulewati semuanya

Dan menerima kepulanganmu di waktu yang berbeda

Kalau memang harus begini, perlukah kuucapkan selamat tinggal?

-Goetary-

Hujan bulan Juni

yohyoh_media

Mereka sampai di sebuah Halte Busway. Angga memarkir mobilnya di tempat parkir yang disediakan tak jauh dari situ. Mereka berdua turun dari mobil, dan Inggit berjalan di belakang lelaki itu, sembari menahan tangis yang mulai naik ke tenggorokan.

Angga menoleh ke arahnya, menunggunya menyusul langkah. Sekali lagi, Inggit berusaha sekuat tenaga untuk terlihat biasa-biasa saja, seakan ia tak terganggu, menampakkan dirinya yang sekuat karang tak peduli ombak menghempas dari berbagai arah sekali pun. Inggit ingin menangis, luka di dadanya semakin melebar. Tapi demi sedikit harga diri yang masih dimilikinya, ia harus menahan semua emosi itu.

Continue reading “Hujan bulan Juni”

Hujan bulan Juni

Girl-in-love-mood-face-image-picture-HD-photography

Inggit mengerjap.

Berusaha untuk tidak terlalu memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Pandangannya terus mengarah keluar jendela, jalanan mengabur karena mobil dikemudikan dengan kencang serta bulir-bulir gerimis menempel di kaca mobil. Inggit menggigit bibir dalam diam, berharap hal itu bisa sedikit meringankan luka di hati.

Melihat Inggit sejak tadi diam saja, Angga meraih tangannya dengan sebelah tangannya yang tidak memegang kemudi. “Ada apa, Inggit? Kau diam saja sejak tadi.” Tanyanya.

Continue reading “Hujan bulan Juni”

Hujan bulan Juni

Percayakah jika kubilang, Orang mati bisa tetap hidup dalam mimpi orang lain? Seperti pada malam-malam setelah kepergiannya, dia, masih ada. Dalam mimpi yang terasa begitu nyata. Seolah dia benar-benar masih disini.

“Percaya gak?”
Sebelah kening lelaki itu terangkat mendengar satu kalimat pendek yang selalu menjadi ciri khas tiap kali perempuan cantik di hadapannya ingin mengatakan sesuatu. Seakan apa-apa yang ingin dikatakannya sudah lebih dulu keluar dari bibirnya, atau bisa saja ia berpikir dengan mengatakannya mendadak orang tau apa yang sedang ia pikirkan. 

Tapi seperti biasa dirinya tak sedang ingin berdebat. Lagipula baginya hal kecil seperti itu adalah salah satu daya tarik wanita itu.

“Percaya soal apa?” tanyanya tampak berminat.

Wanita berambut sebahu itu tersenyum membalas ketertarikan yang ditujukan untuk dirinya. Ia berdeham supaya terlihat serius. Atau supaya terlihat pintar di depan pria menarik itu.

“Kamu pernah gak, gak bisa tidur waktu malam padahal udah ngantuk banget?” pria itu mengangguk dan dia segera merebut kesempatan itu untuk melanjutkan ucapannya.

“Jadi, saat kita gak bisa tidur waktu malam padahal udah ngantuk banget itu sebenernya bukan karena hal gaib atau semacamnya. Tapi karena kita hidup di saat itu dalam mimpi seseorang.”

Mendadak terlihat antusias, lelaki itu bertanya, “O ya?”

Wanita itu mengangguk cepat. “Seperti ada kontak batin di antara dua orang, tapi mereka gak sadar. Sering dengar soal kekuatan pikiran kan? Dimana ketika kita memusatkan pikiran pada suatu hal dan itu bisa terjadi. Beda tapi cukup mirip,” ia mengakhiri penjelasannya dengan tampang sok tau. “Percaya gak?” tanyanya kemudian.

Senyum kembali mengukir pipinya, lelaki itu lalu mengangguk. “Aku percaya…”

Batu

56098fda1b00002f00dfdb6c

Jangan kau dorong aku

ke atas bukit itu

kalau hanya untuk berguling kembali

ke lembah ini.

 

Aku tak mau terlibat

dalam helaan nafas, keringat,

harapan, dan sia-siamu.

 

Di lembah ini aku tinggal

menghadap jurang, mencoba menafsirkan

rasa haus yang kekal:

ketentraman ini, sekarat ini.

-Sapardi Djoko Damono-

Hujan bulan Juni

hqdefault

Oh Allah… kutitipkan cinta yang Kau titipkan padaku, kepadanya.

Jika ia membawa semua rasa itu pergi maka biarlah.

Cintailah dirinya yang kucintai, sesungguhnya seluruh cinta adalah Milik-Mu.

Maka hujanilah dirinya dengan Cinta-Mu.

Dan tempatkanlah ia di tempat terbaik yang Engkau kehendaki.

Lalu air mata kembali luruh dari pandangannya. Menciptakan genangan tak kasat mata di dasar hati. Lelaki itu adalah hidupnya. Kini ia harus belajar hidup sendiri. Tanpa siapapun bisa dijadikan pegangan.

-Goetary-