Tidak pernah benar-benar mendengarkan

Langit itu tinggi

Sesungguhnya Langit selalu menunjukkan betapa tingginya ia

Alasan kita tak pernah mendengarnya mengucapkan hal tersebut

Adalah karena Langit tidak bicara dengan bahasa manusia

Kenyataannya Langit senantiasa mengingatkan betapa tinggi dirinya

Ia buktikan dengan rintik dan rinai hujan

Ia tetapkan bersama bisikan angin yang bertalu-talu

Alasan kita tak menyadarinya mungkin karena kita tak peka

Atau memang tak ingin belajar untuk pernah benar-benar mendengarkan

Postingan perdana di awal tahun 2018!

new year

Sadarkah kalian betapa cepatnya waktu berlalu?

Rasanya seperti baru kemarin lalu ngerayain pergantian tahun 2016 ke 2017, kadang-kadang malah masih sering salah nyatat tanggal di notebook dan sekarang udah hari pertama Tahun 2018. Entah mesti seneng atau sedih 😆

Well, emang gak ikut meramaikan pergantian tahun semalam sih, meskipun masih dengan senang hati nonton kembang api di langit depan rumah 😀 Tapi toh tahun tetap berganti meskipun kita mati-matian gak ikut ngeramein (yakali!) yekan, yekan? :mrgreen:

Apalah artinya pergantian tahun tanpa resolusi baru. Semua orang melakukannya dan diri ini pun termasuk. Meskipun kenyataannya resolusi-resolusi tahunan yang di list tiap akhir tahun menuju awal tahun justru terlupakan seiring hari bergulir di awal-awal tahun pertama hahaha. Tapi gak ada salahnya kok bikin resolusi, sometimes resolusi itu sadar atau tidak tetap akan mempengaruhi hidup kita sepanjang tahun (kecuali resolusi untuk rajin olahraga dan DIET MULAI BESOK).

So here is My New Year Resolution: Bismillahirrahmanirrohim… Continue reading “Postingan perdana di awal tahun 2018!”

Indah dalam sajak

Sad-alone-girl-missing-her-lover-wallpapers

Setelah ini, entah kapan dan dimana. Kau pasti akan bertanya, “Mengapa?”

Namun jawabannya akan tetap sama.

Cinta… selalu tampak indah dalam tulisan.

Maka menulis namamu dalam sajak-sajak beruntun.

Adalah kesenangan, sekaligus hiburan.

Bagi hati yang terluka akibat mencintaimu.

Hujan bulan Juni

yohyoh_media

Mereka sampai di sebuah Halte Busway. Angga memarkir mobilnya di tempat parkir yang disediakan tak jauh dari situ. Mereka berdua turun dari mobil, dan Inggit berjalan di belakang lelaki itu, sembari menahan tangis yang mulai naik ke tenggorokan.

Angga menoleh ke arahnya, menunggunya menyusul langkah. Sekali lagi, Inggit berusaha sekuat tenaga untuk terlihat biasa-biasa saja, seakan ia tak terganggu, menampakkan dirinya yang sekuat karang tak peduli ombak menghempas dari berbagai arah sekali pun. Inggit ingin menangis, luka di dadanya semakin melebar. Tapi demi sedikit harga diri yang masih dimilikinya, ia harus menahan semua emosi itu.

Continue reading “Hujan bulan Juni”

Hujan bulan Juni

Girl-in-love-mood-face-image-picture-HD-photography

Inggit mengerjap.

Berusaha untuk tidak terlalu memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Pandangannya terus mengarah keluar jendela, jalanan mengabur karena mobil dikemudikan dengan kencang serta bulir-bulir gerimis menempel di kaca mobil. Inggit menggigit bibir dalam diam, berharap hal itu bisa sedikit meringankan luka di hati.

Melihat Inggit sejak tadi diam saja, Angga meraih tangannya dengan sebelah tangannya yang tidak memegang kemudi. “Ada apa, Inggit? Kau diam saja sejak tadi.” Tanyanya.

Continue reading “Hujan bulan Juni”

Solo Grey

solo-greys

Aku yakin, Tuhan pasti mengerti bahwa aku berusaha bahagia untukmu.

Karena tak peduli sekeras apa aku berusaha.

Aku tak bisa memaksamu merasakan apa yang tak ingin kau rasakan.

-Lee Junho-

Kau berjanji untuk mencintaiku dalam keadaan bagaimana pun.

Mencintaiku sepenuh hatimu.

Hari ini aku kembali, untuk menagih kata-kata itu.

-Shim Changmin-

Aku bukan orang yang sama, dengan wanita yang kau kenal 2 tahun lalu.

-Kwon Yuri-

Continue reading “Solo Grey”

Hujan bulan Juni

“Aku membiarkanmu masuk ke dalam hatiku, lalu menjadi bagian dari hidupku. Semua itu bukan salahmu. Akulah yang memegang kendali atas hati dan hidupku sendiri, jika aku membiarkanmu terlibat, bagaimana mungkin kau yang bersalah atas semua itu?”

“Kadang-kadang, aku ingin menyalahkan takdir. Tapi sadar bahwa takdir adalah urusan yang Maha Kuasa. Aku tak berhak dan tak diijinkan untuk protes. Kadang juga aku berharap bisa menjadikanmu milikku, dan aku menjadi milikmu. Tapi memikirkan hal itu membuatku malu.”

Hujan jatuh dengan deras di luar. Inggit berdiri di depan jendela kaca, memandangi rintik hujan yang membasahi Kota Jakarta. Hujan deras di luar, namun di dalam sana, di sebuah kamar apartemen sewaan, suaranya tak terdengar hingga ke dalam.

Continue reading “Hujan bulan Juni”

Hujan bulan Juni

​Inggit terjaga sesaat sebelum matahari terbangun dari tidur panjangnya. Langit masih cukup gelap di luar, namun garis-garis cahaya mulai menembus tirai tipis jendela kamar.
Semalaman sangat sulit baginya untuk bisa tidur, dan ketika akhirnya ia bisa memejamkan mata, itu pun hanya sebentar. Dengkuran halus pria di sampingnya tak mampu menenangkan tidurnya.

Terpekur ia memandangi wajah tampan pria itu, merasakan dadanya mulai penuh oleh emosi. Betapa ia bahagia saat ini, namun juga sangat sedih.

Inggit tak mau mengakui kegundahannya pada pria itu, ia tak ingin merusak semua kebahagiaan hanya dengan satu pernyataan egois yang sejak lama berputar-putar di otaknya sampai membuatnya pening bukan kepalang.

Melihat tenang lelaki itu dalam tidurnya, ia memutuskan untuk menikmati setiap jengkal napasnya. Inggit kembali masuk dalam selimut, menopangkan pipinya pada kedua tangan di atas bantal. Rasanya ingin sekali mencium bibir pria itu, namun ia terlalu takut membuatnya terbangun. Memandangi wajah rupawannya, tanpa sadar ia pulas seiring meningginya matahari di luar.

Goetary

Hujan bulan Juni

hqdefault

Oh Allah… kutitipkan cinta yang Kau titipkan padaku, kepadanya.

Jika ia membawa semua rasa itu pergi maka biarlah.

Cintailah dirinya yang kucintai, sesungguhnya seluruh cinta adalah Milik-Mu.

Maka hujanilah dirinya dengan Cinta-Mu.

Dan tempatkanlah ia di tempat terbaik yang Engkau kehendaki.

Lalu air mata kembali luruh dari pandangannya. Menciptakan genangan tak kasat mata di dasar hati. Lelaki itu adalah hidupnya. Kini ia harus belajar hidup sendiri. Tanpa siapapun bisa dijadikan pegangan.

-Goetary-

Hujan bulan Juni

true love has a habit of coming back

 

alone-baby-cry-rain-favim-com-2056544

Tiap kenangan yang ia punya. Cinta yang ia miliki. Hancur lebur, koyak bagai kertas di tengah badai hujan dan angin. Tak yakin siapa yang harus ia percaya. Kebohongan apa yang selama ini ia hidup di dalamnya. Mendadak merasa seakan tiap orang tengah melakukan tipu muslihat kepadanya. Ia merasa dipermainkan. Cinta yang dibangun oleh kenangan ternyata tak cukup kuat menanggung kepedihan oleh pengkhianatan, yang rasanya ribuan kali lebih memilukan dari apapun yang pernah ia rasa.

-Goetary-

Hujan bulan Juni

true love has a habit of coming back

98104-they-come-they-go-they-come-back

Lirih terdengar isak tertahan, serta nafas yang bergetar, ketika akhirnya lelaki itu bersuara. “Aku kembali.”

Hujan serentak bergemuruh bersama angin yang marah. Pepohonan miring kian kemari, dunia bergolak seiring keyakinan yang dimilikinya runtuh satu-persatu. Merebut yang paling berarti, yang juga menjadi satu-satunya pegangan yang ia punya sejak hari di mana dunia memaksanya menghadapi kenyataan dan menjadi orang lain. Berpura-pura bahagia ternyata tidak lebih menyiksa, daripada menyaksikan hidup mempermainkannya seperti angin bermain di antara celah pepohonan, menyiksa mereka karena harus bertahan hidup supaya tak tumbang di tengah badai.

-Goetary-

Stitches

Untitlekdhhh-2

Yunho diam saja melihat genangan air mata yang berhamburan di depannya. Tak peduli. Atau tak ingin peduli. Semua sama saja.
Sebelah kakinya mundur selangkah menjauh. Meski tatapannya masih terus terpusar pada aliran air tersebut. Ia ingin lari. Melarikan diri seperti pengecut seharusnya. Seperti dirinya yang sebenarnya.
“Yun…”
Lemah. Suara itu berbisik memanggilnya. Sembari tangannya terentang berusaha menggapai ujung baju hangat yang dipakai Yunho. Tapi seiring bisikan jiwanya, Yunho kembali mundur selangkah lebih jauh. Membuat lelaki yang tengah megap-megap tenggelam oleh air matanya sendiri semakin sulit menjangkaunya.
Continue reading “Stitches”

OneShot

Author: Gita Oetary as Goetary

Cast: Jung Yunho [TVXQ], Kim Jaejoong [TVXQ]

Genre: Sad Romance

Rating: General

Type: Yaoi – Straight version here!

Length: Vignette

oneshotCopyright&Crossposting by Goetary

“Kau pernah mencintaiku?”

Suara itu bergema dalam benaknya. Untuk kesekian kalinya.

“Kau pernah mencintaiku?”

Continue reading “OneShot”

[BTS] OneShot

Author: Gita Oetary as Goetary

Cast: Bang Yongguk [B.A.P], Song Ji Eun [Secret]

Genre: Sad Romance

Rating: General

Length: Vignette

B.A.P The Series: Don’t Go Breaking My Heart [Yoo Young Jae], OneShot [Bang Yongguk]

oneshot

Copyright&Crossposting by Goetary

“Kau pernah mencintaiku?”

Suara itu bergema dalam benaknya. Untuk kesekian kalinya.

“Kau pernah mencintaiku?”

Continue reading “[BTS] OneShot”

[BTS] Don’t Go Breaking My Heart

Author: Gita Oetary as Goetary

Cast: Yoo Young Jae [B.A.P], Lee Ka Eun [After School]

Type: Songfic

Length: Drabble

Soundtrack: Yoseob – No

don't go breaking my heart

Copyright&Crossposting by Goetary

Continue reading “[BTS] Don’t Go Breaking My Heart”