Hujan bulan Juni

yohyoh_media

Mereka sampai di sebuah Halte Busway. Angga memarkir mobilnya di tempat parkir yang disediakan tak jauh dari situ. Mereka berdua turun dari mobil, dan Inggit berjalan di belakang lelaki itu, sembari menahan tangis yang mulai naik ke tenggorokan.

Angga menoleh ke arahnya, menunggunya menyusul langkah. Sekali lagi, Inggit berusaha sekuat tenaga untuk terlihat biasa-biasa saja, seakan ia tak terganggu, menampakkan dirinya yang sekuat karang tak peduli ombak menghempas dari berbagai arah sekali pun. Inggit ingin menangis, luka di dadanya semakin melebar. Tapi demi sedikit harga diri yang masih dimilikinya, ia harus menahan semua emosi itu.

Continue reading “Hujan bulan Juni”