Sudah sejauh ini bersama, mampukah kita menyerah…

vintage-bicycle-weddingSering aku berpikir untuk menyerah saja.

Namun sebuah bisikan di hati memaksaku menoleh ke belakang. Tak sadar ternyata sudah cukup jauh kita melangkah. Sudah begitu banyak rintangan yang kita lalui.

Kuakui banyak hal yang telah berubah. Sikapmu, perhatianmu, perkataanmu, bahkan dirimu sendiri telah jauh berbeda. Yang dulu membuatku jatuh cinta kini lenyap sudah. Alasan aku tergila-gila dulu tak ada lagi.

Tapi mungkin inilah cobaan yang mesti kita lewati.

Bukankah sejak awal sudah banyak peringatan yang mewanti-wanti kita bahwa cinta tak bisa bertahan selamanya. Bahwa suatu hari nanti perasaan menggebu-gebu itu perlahan akan hilang. Sementara sudah sejauh ini kita melangkah. Sudah semakin jauh kita dari garis awal sejak kita putuskan untuk bersama. Entah di mana garis akhir itu berada. Bisakah kita mencapainya bersama, atau haruskah nanti kita terpaksa dipisahkan oleh sebuah persimpangan.

Meski masa depan tampak tak menjanjikan. Walau tak tahu kemana hubungan ini akan membawa kita nantinya. Aku yang sekali lagi telah tersadarkan dengan mantap ingin tetap berjalan bersisian denganmu. Menuju sebuah tujuan yang telah diam-diam, sama-sama selalu menjadi pembuka dan penutup setiap do’a kita.

Lagipula, gejolak yang menggebu-gebu itu bisa saja pudar termakan waktu. Dirimu yang dulu bersikap penuh hati-hati untuk merebut simpatiku perlahan tersingkap oleh dirimu yang sebenarnya. Namun alasan-alasan yang membuatku jatuh cinta akan tetap ada disana, hanya dibutuhkan sedikit keihklasan untuk bisa melihatnya dengan jelas. Bahwa sesungguhnya hal yang membuatku jatuh cinta adalah sesuatu yang terdapat di dalam dirimu.

Aku pun percaya cinta yang sebenarnya tak akan pudar termakan waktu. Dia ada. Tak tersentuh memang. Tapi ada.

Letting Go…

image