Senandung hujan

image

Rindu.
Bagaimana rasanya hujan sepeninggalanku malam itu.
Adakah ia tetap terasa manis di bibirmu.
Ataukah langkahku menyeret pergi gula dari kopi hitam kesukaanmu.
Masihkah kau tersenyum mengingat senyuman di bibirku kala hujan jatuh serentak bersenandung.
Ataukah, justru kini benci meretas tiap bunyi hujan mengaduh di atap rumah.

Pilih Cangkir atau Isinya?

Sekelompok teknisi komputer yang sangat mapan dalam karir mereka, berkumpul untuk mengunjungi profesor yang pernah mengajar ketika mereka kuliah.

Percakapan segera berubah menjadi keluhan mengenai stres dalam pekerjaan dan kehidupan. Sang profesor menawarkan kopi kepada tamunya. Profesor lalu pergi ke dapur dan kembali dengan satu teko besar yang berisi kopi dan berbagai macam cangkir. Beberapa cangkir terlihat biasa, beberapa mahal, dan beberapa indah. Profesor mengatakan kepada mereka untuk memilih sendiri cangkir yang mereka sukai dan isi dengan kopi.

Ketika semua siswa telah memilih dan menuangkan kopi ke dalam cangkir, professor itu berkata: “Jika Anda perhatikan, semua cangkir yang bagus mahallah yang diambil, meninggalkan cangkir yang polos dan murah. Tapi hal itu normal bagi Anda untuk hanya menginginkan yang terbaik bagi dirimu sendiri. Tapi itulah sumber masalah dan stres Anda. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya. Tapi Anda tidak sadar hal itu dan memilih cangkir yangb bagus dan mahal sebagai wadah kopi Anda.. ”

“Sekarang jika hidup adalah kopi, maka pekerjaan, uang, dan posisi dalam masyarakat adalah cangkir. Mereka hanyalah alat untuk memegang dan meletakkan kehidupan. Tetapi kualitas kehidupan tidak berubah. Kadang-kadang, dengan berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi di dalamnya.”

Jadi moral dari cerita ini adalah jangan biarkan cangkir membutakanmu. Nikmatilah kopi yang ada didalamnya.

 

-Original Post by Gemintang-