Lebih dari itu, semuanya milikmu.

tired-alone-girl-rain-sad-Favim.com-408942

Sepanjang siang tadi, hujan turun tak berkesudahan. Sejauh mata memandang, langit, rumah-rumah, pepohonan, kendaraan, serta jalanan nampak basah dan layu. Tak terkecuali diriku.

Karena merindukanmu, siangku rasanya menjemukkan. Sedikit menyesakkan. Sedikit menyakitkan. Semuanya karena merindukanmu…

Hampir setiap hari sejak kedatanganku, aku berharap bisa berbicara denganmu. Selalu ada hal baru yang ingin kuceritakan, kabar-kabar yang kerap terlupakan seiring waktu berlalu. Sementara sampai sesore ini, yang masih mampu kuingat hanya satu, betapa aku merindukanmu.

Dimanakah kau berada sekarang? Jika saja kutahu, mungkin gelisah ini dapat sedikit kuredam. Kadang aku berharap bisa bicara denganmu, jika tak diperbolehkan, maka setidaknya bercerita tentangmu pada orang lain. Namun itu pun aku tahu tak boleh. Karena tak ada yang bisa kulakukan selama itu berhubungan dengan dirimu.

Jadi maukah kau memaafkan diriku, jika malam ini aku ingin menangis? Sedikit saja. Cukup sebentar. Karena perasaanku yang gundah kian mengelam. Dan aku telah tenggelam di dalamnya. Jika air mata dapat membebaskanku, karena kau pasti tak bisa. Maka biarkan saja walau hanya secuil perasaan yang mampu ia angkat. Karena lebih dari itu, semuanya milikmu. Dan hanya pemiliknyalah yang berhak mengambilnya, bukan?

Semoga hujan reda malam ini, karena dinginnya udara yang menusuk hingga ke tulang hanya akan membuatku semakin membutuhkan pelukanmu.