tak pernah cukup

hujan bulan juni

Hatimu terbuat dari apa? Sulit sekali meluluhkannya…

Akhir-akhir ini aku sering mendengar ucapan itu datang dari berbagai macam orang. Mulai dari orang yang sudah lama kukenal, yang baru kukenal, hingga yang tidak kukenal. Bagi mereka aku mungkin nampak seperti alien. Orang asing, yang hatinya tidak terbuat dari gumpalan darah melainkan arus listrik yang tak bernyawa.

Tapi Tuan, kau tak perlu menanyakan hal yang sama kepadaku. Kau tau hatiku selalu, dan selalu mudah untuk kau selami.

Kau hanya perlu bertanya, siapa yang kuinginkan. Dan jawabannya pasti akan segera kau dengar, meluncur mulus tanpa pembatas dari bibirku yang gemetar.

Masalahnya adalah… aku tak pernah cukup bagimu.

Solo Grey

solo-greys

Aku yakin, Tuhan pasti mengerti bahwa aku berusaha bahagia untukmu.

Karena tak peduli sekeras apa aku berusaha.

Aku tak bisa memaksamu merasakan apa yang tak ingin kau rasakan.

-Lee Junho-

Kau berjanji untuk mencintaiku dalam keadaan bagaimana pun.

Mencintaiku sepenuh hatimu.

Hari ini aku kembali, untuk menagih kata-kata itu.

-Shim Changmin-

Aku bukan orang yang sama, dengan wanita yang kau kenal 2 tahun lalu.

-Kwon Yuri-

Continue reading “Solo Grey”

Aku mulai bosan mencintaimu.
Terlalu lelah merindukanmu.
Dan sangat sakit memikirkanmu.

View on Path

Hujan bulan Juni

beautiful-anime-couple-art-in-rain

True love has a habit of coming back.

-Goetary-

Hujan bulan Juni

true love has a habit of coming back

 

alone-baby-cry-rain-favim-com-2056544

Tiap kenangan yang ia punya. Cinta yang ia miliki. Hancur lebur, koyak bagai kertas di tengah badai hujan dan angin. Tak yakin siapa yang harus ia percaya. Kebohongan apa yang selama ini ia hidup di dalamnya. Mendadak merasa seakan tiap orang tengah melakukan tipu muslihat kepadanya. Ia merasa dipermainkan. Cinta yang dibangun oleh kenangan ternyata tak cukup kuat menanggung kepedihan oleh pengkhianatan, yang rasanya ribuan kali lebih memilukan dari apapun yang pernah ia rasa.

-Goetary-

Coming Soon!

flowe

Stitches

Untitlekdhhh-2

Yunho diam saja melihat genangan air mata yang berhamburan di depannya. Tak peduli. Atau tak ingin peduli. Semua sama saja.
Sebelah kakinya mundur selangkah menjauh. Meski tatapannya masih terus terpusar pada aliran air tersebut. Ia ingin lari. Melarikan diri seperti pengecut seharusnya. Seperti dirinya yang sebenarnya.
“Yun…”
Lemah. Suara itu berbisik memanggilnya. Sembari tangannya terentang berusaha menggapai ujung baju hangat yang dipakai Yunho. Tapi seiring bisikan jiwanya, Yunho kembali mundur selangkah lebih jauh. Membuat lelaki yang tengah megap-megap tenggelam oleh air matanya sendiri semakin sulit menjangkaunya.
Continue reading “Stitches”