Time to heal…

In the middle of the storm.
I do not run from it.
I do not fight it.
I root myself into the earth.
I close my eyes and breath.
And when my soul is ready, i’m approach.
– Gerry Blue –

siapa saja di belakang?

wp-1488266118862.jpg

Kuharap semoga, kau tak perlu melihat dirinya yang sebenarnya

Betapa ia kecewa, marah dan sedih

Betapa ia ingin meminta lebih namun menahan lidahnya untuk berucap

Betapa ia berharap kau bisa menjadi sesuatu yang lain

 

Mungkin dia sudah terlalu terbiasa dengan yang namanya perpisahan

Sampai-sampai ketika seseorang akhirnya memutuskan untuk tinggal

Ia justru bingung menghadapinya

Malah mencari cara bagus untuk mengusir pergi tamu tak diundang tersebut

 

Aku hanya berharap Sayang…

Semoga kau menyadari betapa kau tengah merakit bom waktumu sendiri

Sehingga kau sadar dan menghentikan apapun yang kau lakukan sekarang

Berhenti dan lihatlah, betapa ia mencintaimu dan berusaha menerima dirimu sebagaimana kau ingin diterima

 

Kalau semua yang mampu ia berikan tak cukup memuaskan bagimu

Lalu mengapa kau masih tinggal disisi?

Bukankah kau semestinya menengok ke belakang

Betapa kau menyumbat antrian.

tak ada masalah selama kembali

6ae48-original

Sebenarnya tak masalah,

Entah mau melangkah sejauh apapun,

Atau mau pergi selama apapun

Asalkan tetap ingat untuk selalu kembali

Walau hanya sekedar untuk menyapa singkat

Karena kadang-kadang, memang…

Yang dipertemukan tidak selalu untuk dipersatukan.

Masalahnya tetap sama

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Masalahnya adalah…

Kau bilang, kau lelah jatuh cinta.

Tapi kau selalu kembali jatuh cinta.

Untuk alasan yang sama.

Alasan yang sama yang membuatmu jatuh cinta itu, Tuan.

Akan kembali menjadi alasan yang sama ia pergi.

Tiada sesal memilikimu

fazsentido

Kuwarnai lidahku dengan namamu

Gerangan rindu macam apa yang menghantui sepanjang malam

Tak sedikit pun sesal karena memilikimu

Dalam hatiku, Tuan…

Sakit merindukannya

71ac32eb64ed1a31cf08c2c9bb6491f9--people-laughing-photography-laughter-photography

Gerangan Tuan

Pun diriku merasa lucu dengan perasaan itu sendiri

Dia datang dengan ribuan janji

Ribuan rindu

Ribuan lagu yang serta-merta mewarnai kalbu

Tapi kemudian lenyap,

Bagai di telan angin malam

Tak berjejak

Bahkan ketika bintang masih bersinar di angkasa yang luas itu

Ia hilang tersapu ombak

Tenggelam dalam sunyi yang tak bercahaya

Tapi selucu apa pun perasaan itu

Hatiku, tak berdaya oleh rasa rindu yang menyakitkan

Duhai Tuan, aku merindukannya

Kali ini berbeda, Tuan

makro-zima-sneg-vetki-bliki

Tuan,

Betapa mudah hati ini dipenuhi oleh rasa bahagia

Hanya dengan melihat senyum dan tawamu

Aku bahkan tak tahu alasan dibalik semua itu

Ekspresi wajahmu selalu sama

Namun kali ini berbeda

Kali ini berbeda…