tak pernah cukup

hujan bulan juni

Hatimu terbuat dari apa? Sulit sekali meluluhkannya…

Akhir-akhir ini aku sering mendengar ucapan itu datang dari berbagai macam orang. Mulai dari orang yang sudah lama kukenal, yang baru kukenal, hingga yang tidak kukenal. Bagi mereka aku mungkin nampak seperti alien. Orang asing, yang hatinya tidak terbuat dari gumpalan darah melainkan arus listrik yang tak bernyawa.

Tapi Tuan, kau tak perlu menanyakan hal yang sama kepadaku. Kau tau hatiku selalu, dan selalu mudah untuk kau selami.

Kau hanya perlu bertanya, siapa yang kuinginkan. Dan jawabannya pasti akan segera kau dengar, meluncur mulus tanpa pembatas dari bibirku yang gemetar.

Masalahnya adalah… aku tak pernah cukup bagimu.

Masih menanti janjimu

hujan bulan juni

-Sayang, kau tak perlu mencariku. Biarkan aku yang menemukanmu.-

Begitu katamu di penghujung waktu itu Tuan. Saat itu, bisa dibilang hatiku berbunga. Bunga yang tumbuh di hatiku yang telah lama merana ini adalah Mawar merah yang wangi sekali, namun durinya panjang, tajam dan merobek kulit.

Aku melihat sosokmu datang membawa sekotak besar harapan, mimpi, dan berjuta janji manis. Sesaat senyum merekah di dadaku, sakitnya tergores mawar berduri tidak lagi begitu penting. Tak ada yang lebih penting selain dirimu.

Tapi lalu dari belakangmu sesosok bayang mulai nampak semakin nyata. Kau tidak sendiri. Kau bersamanya…

Tuan, kau bilang akan datang mencariku. Kau janji akan menemukanku. Tapi mengapa gerangan kau membawa serta wanita itu. Lalu bagaimana denganku…

Aku tak marah

beautiful woman

Sekali dua kau kembali dalam benak

Kenyataan menghempas rindu yang tersembunyi rapat di balik genggaman

Dulu kau selalu bilang bahwa hidup ini tidaklah adil

Duhai Tuan yang selalu amat kucintai, hidup memang seperti itu

Tak ada keadilan

Tak ada kepastian

Sebagai manusia kitalah yang dituntut untuk selalu berdamai dengannya

Sama halnya seperti kadang kala kau kembali dalam bentuk kenangan

Menyempit dalam benak, menyakiti hati

Tapi aku tak marah, Tuan

Tidak akan pernah aku marah pada kenangan atas dirimu

Tidak akan pernah aku mengumpat serapah pada rindu yang berkali-kali mengetuk jiwa

Kubilang cinta adalah anugrah

Dan kau adalah hadiah

Meski kita tak lagi bisa kembali

Kau tak akan pernah kehilangan diriku

-Goetary-

Selamat Tinggal Hujan Bulan Juni

peopletumblrcameraphotographyphotgrapherguy-488d964c41f41ef7fd5d35e5ddfd81c4_h

Cinta…

Hari ini Hujan kembali turun

Pertanyaan mengapa baru sekarang menari-nari di kepala

Juni telah berlalu

Kau yang selalu hadir di waktu yang sama tiap tahunnya, kali ini berubah haluan

Seakan memintaku berhenti berharap

Berhenti mengharapkan hujan yang datang tiap bulan Juni

Tapi kau terlanjur menjadi peringatan bagi diriku yang terlahir baru tiap tahunnya

Bagaimana bisa kulewati semuanya

Dan menerima kepulanganmu di waktu yang berbeda

Kalau memang harus begini, perlukah kuucapkan selamat tinggal?

-Goetary-

Satu Satunya

Aku telah melakukan banyak sekali kesalahan dalam hidup.

Hal-hal yang kusesali setelah melakukannya.

Hal-hal yang membuatku malu dan berusaha sembunyi darinya.

Tapi dia…

Adalah satu-satunya hal yang terasa benar bagiku.

Pandanglah lekat-lekat

Betapa ia kuat meski sendiri

Seperti Matahari yang tak pernah cemburu

Pada Bulan yang malamnya penuh Bintang

jangan! katanya

large-1

Dan dimana lagi harus disembunyikan

Sedih yang mendekam di dada

Tiap kali seseorang bertanya

 

Siapa gerangan yang ia tunggu

Sungguh,

Jika boleh jujur, ingin ia katakan dengan lantang

Namun waras menahannya

Nurani melarangnya

Bahwa ada kalanya, rasa tak perlu dibesar-besarkan