Tidak pernah benar-benar mendengarkan

Langit itu tinggi

Sesungguhnya Langit selalu menunjukkan betapa tingginya ia

Alasan kita tak pernah mendengarnya mengucapkan hal tersebut

Adalah karena Langit tidak bicara dengan bahasa manusia

Kenyataannya Langit senantiasa mengingatkan betapa tinggi dirinya

Ia buktikan dengan rintik dan rinai hujan

Ia tetapkan bersama bisikan angin yang bertalu-talu

Alasan kita tak menyadarinya mungkin karena kita tak peka

Atau memang tak ingin belajar untuk pernah benar-benar mendengarkan

Seharusnya tidak lagi

Aku seharusnya tidak merindukanmu malam ini

Tapi rindu menelusup dalam hati, sekali saja mengetuk dadaku dan mendadak seluruh pikiranku diisi oleh namamu

Setiap celah hatiku terus membayang wajahmu

Lalu tangan dan bibirku kembali mengingat rasamu

Begitu saja…

Tidak lebih dari rasa suka yang ringkih

Aku tak percaya dengan kata orang bahwa cinta sejati tidak memudar

Yakin dan percaya bukan cinta yang membuat pasangan tua bertahan dalam susah senangnya hidup bersama

Tapi karena rasa terbiasa

Terbiasa hidup bersama

Terbiasa bercanda berdua

Terbiasa bertengkar lalu berbaikan

Terbiasa ada satu dan yang lainnya

Tapi cinta tidak abadi

Dia sama seperti rasa suka yang ringkih

Yang hangatnya hanya seperti sekelebat asap rokok mengepul memerih di mata

…tidak lebih dari itu

Time to heal…

In the middle of the storm.
I do not run from it.
I do not fight it.
I root myself into the earth.
I close my eyes and breath.
And when my soul is ready, i’m approach.
– Gerry Blue –

siapa saja di belakang?

wp-1488266118862.jpg

Kuharap semoga, kau tak perlu melihat dirinya yang sebenarnya

Betapa ia kecewa, marah dan sedih

Betapa ia ingin meminta lebih namun menahan lidahnya untuk berucap

Betapa ia berharap kau bisa menjadi sesuatu yang lain

 

Mungkin dia sudah terlalu terbiasa dengan yang namanya perpisahan

Sampai-sampai ketika seseorang akhirnya memutuskan untuk tinggal

Ia justru bingung menghadapinya

Malah mencari cara bagus untuk mengusir pergi tamu tak diundang tersebut

 

Aku hanya berharap Sayang…

Semoga kau menyadari betapa kau tengah merakit bom waktumu sendiri

Sehingga kau sadar dan menghentikan apapun yang kau lakukan sekarang

Berhenti dan lihatlah, betapa ia mencintaimu dan berusaha menerima dirimu sebagaimana kau ingin diterima

 

Kalau semua yang mampu ia berikan tak cukup memuaskan bagimu

Lalu mengapa kau masih tinggal disisi?

Bukankah kau semestinya menengok ke belakang

Betapa kau menyumbat antrian.

tak ada masalah selama kembali

6ae48-original

Sebenarnya tak masalah,

Entah mau melangkah sejauh apapun,

Atau mau pergi selama apapun

Asalkan tetap ingat untuk selalu kembali

Walau hanya sekedar untuk menyapa singkat

Karena kadang-kadang, memang…

Yang dipertemukan tidak selalu untuk dipersatukan.

Masalahnya tetap sama

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Masalahnya adalah…

Kau bilang, kau lelah jatuh cinta.

Tapi kau selalu kembali jatuh cinta.

Untuk alasan yang sama.

Alasan yang sama yang membuatmu jatuh cinta itu, Tuan.

Akan kembali menjadi alasan yang sama ia pergi.

tak pernah cukup

hujan bulan juni

Hatimu terbuat dari apa? Sulit sekali meluluhkannya…

Akhir-akhir ini aku sering mendengar ucapan itu datang dari berbagai macam orang. Mulai dari orang yang sudah lama kukenal, yang baru kukenal, hingga yang tidak kukenal. Bagi mereka aku mungkin nampak seperti alien. Orang asing, yang hatinya tidak terbuat dari gumpalan darah melainkan arus listrik yang tak bernyawa.

Tapi Tuan, kau tak perlu menanyakan hal yang sama kepadaku. Kau tau hatiku selalu, dan selalu mudah untuk kau selami.

Kau hanya perlu bertanya, siapa yang kuinginkan. Dan jawabannya pasti akan segera kau dengar, meluncur mulus tanpa pembatas dari bibirku yang gemetar.

Masalahnya adalah… aku tak pernah cukup bagimu.

Aku tak marah

beautiful woman

Sekali dua kau kembali dalam benak

Kenyataan menghempas rindu yang tersembunyi rapat di balik genggaman

Dulu kau selalu bilang bahwa hidup ini tidaklah adil

Duhai Tuan yang selalu amat kucintai, hidup memang seperti itu

Tak ada keadilan

Tak ada kepastian

Sebagai manusia kitalah yang dituntut untuk selalu berdamai dengannya

Sama halnya seperti kadang kala kau kembali dalam bentuk kenangan

Menyempit dalam benak, menyakiti hati

Tapi aku tak marah, Tuan

Tidak akan pernah aku marah pada kenangan atas dirimu

Tidak akan pernah aku mengumpat serapah pada rindu yang berkali-kali mengetuk jiwa

Kubilang cinta adalah anugrah

Dan kau adalah hadiah

Meski kita tak lagi bisa kembali

Kau tak akan pernah kehilangan diriku

-Goetary-

Tiada sesal memilikimu

fazsentido

Kuwarnai lidahku dengan namamu

Gerangan rindu macam apa yang menghantui sepanjang malam

Tak sedikit pun sesal karena memilikimu

Dalam hatiku, Tuan…

Sakit merindukannya

71ac32eb64ed1a31cf08c2c9bb6491f9--people-laughing-photography-laughter-photography

Gerangan Tuan

Pun diriku merasa lucu dengan perasaan itu sendiri

Dia datang dengan ribuan janji

Ribuan rindu

Ribuan lagu yang serta-merta mewarnai kalbu

Tapi kemudian lenyap,

Bagai di telan angin malam

Tak berjejak

Bahkan ketika bintang masih bersinar di angkasa yang luas itu

Ia hilang tersapu ombak

Tenggelam dalam sunyi yang tak bercahaya

Tapi selucu apa pun perasaan itu

Hatiku, tak berdaya oleh rasa rindu yang menyakitkan

Duhai Tuan, aku merindukannya

Kali ini berbeda, Tuan

makro-zima-sneg-vetki-bliki

Tuan,

Betapa mudah hati ini dipenuhi oleh rasa bahagia

Hanya dengan melihat senyum dan tawamu

Aku bahkan tak tahu alasan dibalik semua itu

Ekspresi wajahmu selalu sama

Namun kali ini berbeda

Kali ini berbeda…

Indah dalam sajak

Sad-alone-girl-missing-her-lover-wallpapers

Setelah ini, entah kapan dan dimana. Kau pasti akan bertanya, “Mengapa?”

Namun jawabannya akan tetap sama.

Cinta… selalu tampak indah dalam tulisan.

Maka menulis namamu dalam sajak-sajak beruntun.

Adalah kesenangan, sekaligus hiburan.

Bagi hati yang terluka akibat mencintaimu.

Satu Satunya

Aku telah melakukan banyak sekali kesalahan dalam hidup.

Hal-hal yang kusesali setelah melakukannya.

Hal-hal yang membuatku malu dan berusaha sembunyi darinya.

Tapi dia…

Adalah satu-satunya hal yang terasa benar bagiku.

I am Not

My life’s not a fire,

To keep you warm

My heart is not a light switch ,

For you to turn on when you please