Masih menanti janjimu

hujan bulan juni

-Sayang, kau tak perlu mencariku. Biarkan aku yang menemukanmu.-

Begitu katamu di penghujung waktu itu Tuan. Saat itu, bisa dibilang hatiku berbunga. Bunga yang tumbuh di hatiku yang telah lama merana ini adalah Mawar merah yang wangi sekali, namun durinya panjang, tajam dan merobek kulit.

Aku melihat sosokmu datang membawa sekotak besar harapan, mimpi, dan berjuta janji manis. Sesaat senyum merekah di dadaku, sakitnya tergores mawar berduri tidak lagi begitu penting. Tak ada yang lebih penting selain dirimu.

Tapi lalu dari belakangmu sesosok bayang mulai nampak semakin nyata. Kau tidak sendiri. Kau bersamanya…

Tuan, kau bilang akan datang mencariku. Kau janji akan menemukanku. Tapi mengapa gerangan kau membawa serta wanita itu. Lalu bagaimana denganku…

One thought on “Masih menanti janjimu

Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s