Hujan bulan Juni

“Aku ingin berpisah,” ujarnya seraya berbisik.
Lelaki itu menoleh tak percaya. Kening tebalnya berkerut, bibirnya menipis, dan entah bagaimana Inggit tahu dia sudah merusak suasana romantis di antara mereka. Sudah kepalang basah, runtuknya dalam hati.

“Lepaskan aku. Karena untuk melepasmu butuh kekuatan dan keberanian besar, padahal aku tak punya semua itu.”

Lelaki itu masih membisu. Menuntut penjelasan lewat tatapannya yang menyipit.

“Jelaskan.”

Serta-merta kelu mengerayangi tengkuknya. Membuat lidahnya beku dan lututnya lemas. Inggit meraba-raba mencari ujung meja untuk bersandar sebelum ia jatuh tersungkur. Baru satu kata yang keluar dari bibir lelaki yang dipujanya itu. Ternyata ia memang tak butuh banyak untuk membuatnya kehilangan semua harga diri.

Goetary

Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s