“Jelaskan.”
Serta-merta kelu mengerayangi tengkuknya. Membuat lidahnya beku dan lututnya lemas. Inggit meraba-raba mencari ujung meja untuk bersandar sebelum ia jatuh tersungkur. Baru satu kata yang keluar dari bibir lelaki yang dipujanya itu. Ternyata ia memang tak butuh banyak untuk membuatnya kehilangan semua harga diri.

Hujan bulan Juni by Goetary

View on Path

Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s