Berdarah malu

Lalu kau pikir sosok luntah yang rentah lunglai ini tengah datang mengemis cinta darimu
Padahal bukan cintamu yang sedang ku perjuangkan sampai berdarah malu begini, Tuan

Hanya sekilas lirikan mu saja 

Yang ku damba untuk menggenapi perihnya malam tanpa pelukmu

Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s