Hujan bulan Juni

writing-writing-27456811-1277-955

“Bukan cinta namanya jika selesai hanya dalam semalam,” ujarnya hati-hati.

“Mungkin ada nama lain untuk itu.”

“Hasrat.”

“Nafsu.”

“Jadi kau mau mengakui kesalahanmu?” tanya pria itu.

“Salah dimana?”

“Salah menamainya cinta. Padahal kau jelas paham, itu hanya nafsu.”

Keningnya berkerut saling bertaut. Ia membuang muka, berusaha menyembunyikan rasa tak suka yang tergambar jelas di wajah. Lelaki itu tepat sasaran, tapi ia tak ingin mengakuinya. Setidaknya, belum sekarang.

“Jangan mengadakan sesuatu yang tak pernah ada. Jika itu hanya akan melukai diri sendiri. Bukankah kau sudah terlalu sering menangis karena putus cinta?”

“Tapi sakitnya putus cinta tidak serta-merta membuat kita jera merasainya lagi kan, Bang.”

-Goetary-

Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s