Kadang…
Hanya terkadang.
Aku berpikir mungkin akan lebih baik jika tidak selalu mengharapkanmu untuk kembali.
Mungkin memang kau tak ingin kembali.
Tapi setiap kali ingin menyerah.
Setiap kali ingin berpaling tak peduli.
Hatiku rasanya sakit sekali.
Karena walau tak ada harapan pun.
Jika ada setitik saja kemungkinan bagimu untuk kembali walau sesaat.
Aku ingin kau tau, ada aku yang tak pernah pergi.
Aku ingin kau mengerti, dan tak mempertanyakan untuk apa.
Karena ada aku. Yang akan selalu ada ketika tak ada seorang pun bersedia menemanimu.
Ada aku. Ada aku disini.
Semoga itu cukup untukmu. – with Nata

View on Path

Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s