Membayangkan harus sekali lagi mengalami hal yang sama.
Membuang begitu banyak air mata, meruntuhkan ego juga tekad.
Mengalami rasa malu sekali lagi.
Takut kehilangan sekali lagi.
Mencoba memegang erat satu-satunya pegangan yang tersisa.
Bertahan di tengah badai yang mengikis harapan.
Sungguh. Aku tak ingin lagi.
Biar saja orang-orang bertanya kapan, siapa, dan bagaimana.
Aku tak akan membawa siapa-siapa ke hadapan siapapun.
Tak akan pernah terjadi kapan itu.
Akan kusimpan siapa untuk diri sendiri.
Tak akan membaginya. Tak ingin kehilangannya.
Jadi tolong, jika kau sayang padaku.
Biarkan aku begini.
Bukan salah siapa-siapa.
Hanya memang, bagaimana pun itu mungkin tak akan pernah terjadi.

View on Path

Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s