Kadang sebagai manusia, kita lebih peduli dengan omongan orang.
Takut dicap negatif. Terlalu takut dibenci dan tak disukai.
Sebagai anak pun, kadang aku lupa.
Bahwa ada jiwa yang mati-matian berusaha menyelamatkanku dari keterpurukan.
Yang berusaha sekuat tenaga membuatku mengerti bahwa hidup setiap orang berbeda.
Tak semua yang nampak diluar sama seperti di dalamnya.
Jiwa yang terluka. Terkadang memiliki rupa yang rupawan. Kamuflase yang menawan.
Jadi jangan nilai aku seakan kau mengenaliku.
Jangan bicarakan hal yang menyakitkan, menjadikan itu batu loncatan untuk lebih melukai jiwa yang mencintaiku.
Karena aku mungkin terluka.
Tapi luka tak pernah membuatku lelap apalagi tenggelam dalam keterpurukan.

View on Path

Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s