Aku lelah melangkah sendirian.
Inginnya menggandeng tanganmu ketika harus melewati tanjakan dan turunan yang curam.
Aku lelah merasa menjadi satu-satunya yang berusaha memahami situasi yang menghadang saat ini.
Inginnya ada dirimu yang bisa kujadikan sandaran ketika semangatku patah.
Ada dirimu untuk sekedar menyemangatiku melompati jembatan patah.
Tapi sejak kapan kau tak lagi ada? Sejak kapan semua berubah?

View on Path

Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s