Saya lebih ingin dirindukan

Telat makan siang gegara nungguin roti yang lagi pengen banget saya makan. Dua jam telah berlalu ketika sepupu saya datang dengan wajah sumringah bersama sahabatnya sambil menenteng tas belanjaan. Karena kecewa melihat dia tidak bergeming saat menyadari raut wajah saya yang pedih menahan lapar he3x tiba-tiba saja mata saya terasa panas.

Dia pergi dan saya menangis (lho!). Bukan karena amarah yang berjuang untuk keluar dari dada saya lho, bukan. Melainkan karena suara merdu itu mengalun dari speaker laptop yang menohok jantung saya, membuat hati seketika porak-poranda.

Subhanallah… saya ini kenapa? Sejak kemarin perasaan tak enak, hati tak tenang. Tubuh saya gemetar tiap mengingat-Nya. Mungkinkah Allah rindu pada saya? Amin…

Buat semua teman blogger, baik yang sengaja datang berkunjung ke rumah kedua saya ini atau pun tidak di sengaja, saya memohon maaf jika pernah melakukan salah kepada kalian. Baik itu komentar-komentar yang mungkin terlewat sehingga tidak dibalas maupun perkataan saya serta postingan saya yang mungkin menyinggung. Sesungguhnya saya hanyalah manusia biasa, sering membuat dosa dan bangga pada diri sendiri.

InsyaAllah, semoga kita semua menjadi manusia-manusia yang di rindukan oleh Allah SWT. Amin Ya Rabbal ‘Alamin 🙂

 

2 thoughts on “Saya lebih ingin dirindukan

Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s