The day when you walk away

 

Selangkah demi selangkah, kau berjalan menjauh

Menyisakan kehampaan yang tak berkawan

Detik demi detik, waktu berputar

Membawa kesempatan berlalu bersamanya

Saat kau beranjak pergi

Mengapakah aku tak bisa mengejarmu?

Padahal aku ingin memintamu untuk tetap tinggal bersamaku

Padahal jiwaku bagai rerumputan yang kering di musim kemarau tanpamu

Jangan pergi…

Aku ingat mengucapkan kalimat tersebut

Aku ingat sempat menengok kearah mana kau pergi

Tapi kau tak berhenti, bayanganmu memudar ditelan kabut yang bersarang di mataku

Kau tak lagi menengok ke belakang. Di tempat aku menunggumu penuh harap

Lalu aku sadar, ternyata, ucapanku barusan sudah di telan angin, hingga kau tak mendengarnya, kau tak merasakannya

Disana.

Hanya bayanganmu yang tak mampu di renggut oleh sang waktu

Selamanya bersemayam di hatiku

Bagai hantu yang mengikuti kemanapun diriku pergi

Disana.

Dalam diam, sunyi dan sepi, aku menunggumu

Tapi kau tak kembali.

Sementara aku masih disini.

Dengan hati terluka.

Menangisi kepergianmu.

Tanpa berharap kau kembali lagi…

 

Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s