Love Encore

Aku benci diriku yang selalu disakiti dan di tinggal pergi.

Benci diriku yang selalu terlalu mencintai hingga saat akhirnya di sakiti yang tertinggal dan berbekas hanyalah luka yang tak mungkin sembuh.

Pada akhirnya, yang menanggung semua penderitaan itu adalah aku sendiri.

Dimana ucapan-ucapan itu kudengar?

Janji tak pasti yang amat sering di ucapkan namun tak ada satu pun yang terpenuhi.

Walau benci… Tetap saja pada akhirnya yang ku inginkan adalah agar kau baik-baik saja.

Dirimu yang selalu saja memiliki alasan. Tanpa sadar melukai hatiku sedikit demi sedikit, perlahan namun pasti. Kau yang seperti itu… Mengapa harus kucintai?

Kadangkala merasa berhak memutuskan akhir dari hubungan kita. Namun setiap kali selesai memikirkan hal tersebut, malah akulah yang akan menyesal. Akulah yang akan menangis. Dan akulah yang akan memintamu untuk kembali.

Asal kau bilang mencintaiku, hanya dengan satu kata tersebut aku akan memaafkan semua kesalahan yang kau lakukan. Dan kembali memberimu kesempatan melakukan kesalahan yang sama tanpa sadar.

Aku belajar untuk membuka pintu hatiku yang selama ini tertutup rapat dan membiarkanmu masuk kedalamnya. Mencoba untuk melupakan luka lama yang di toreh orang lain jauh sebelum kau hadir. Mencoba untuk mempercayai dirimu.

Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s