LAST YEAR // 02

One Last Year
Stay The Same
YooSuMin

Aku percaya
Seberapa jauh aku berlari
Pada akhirnya akan kembali kepadamu
Memori terakhir…Tetap menjadi sesuatu yang akan selalu menarikku ke sisimu. Selamanya.

Taksi berhenti tepat di depan sebuah klub elit. Tas tersampir di belakang bahunya yang lebar saat ia berjalan menaiki tiga anak tangga sebelum mencapai pintu yang di tunggui oleh dua orang penjaga.
Seorang wanita menyambut kedatangan pria bertubuh tinggi itu dengan senyuman lebar. Menuntun Changmin melewati koridor sepi dengan lampu berwarna biru temaram.
Setelah melewati beberapa pintu yang tertutup akhirnya mereka sampai di depan pintu yang terletak di ujung koridor. Pelayan itu kemudian meninggalkan Changmin, menghilang di belokan koridor pertama.
Pelan-pelan pintu terayun membuka dari luar. Aroma masakan hangat masuk ke saluran hidungnya. Ia ingat bau itu.
“Sudah lapar belum?” tanya sebuah suara. Changmin mengedarkan pandangannya yang sudah mulai terbiasa dalam gelap namun tak dapat menemukan sesuatu.
Tek.
Tiba-tiba lampu-lampu menyala dan berpendar-pendar di atas kepala Changmin membuat matanya silau.
“Lama tak bertemu,” ujar suara yang lain. Changmin kembali memutar kepalanya dan senyuman di wajah orang yang baru saja menegurnya membuat hatinya melonjak. Antara senang sekaligus sedih.
“Ya! Sampai kapan mau berdiri bengong disitu?” Mendengar suara khas itu Changmin kembali memalingkan kepalanya.
Mata pria jangkung itu berkaca-kaca, ia menekan bibir dengan jarinya. Tangannya yang bertumpu di atas pundak lebarnya segera terkulai dan tak kuasa menjatuhkan bagasinya ke lantai berlapis karpet tebal.
“Kami rindu padamu”

* * *

Yuchun duduk diam di ruang keluarga, televisi yang menyala di depannya memutar pertandingan bola yang tak berkesudahan dan menjadi satu-satunya hal yang bergerak di ruangan itu.
“Chunie, kemana Jejung hyung pergi? Sejak tadi aku menelponnya tidak di jawab.” tanya Junsu yang baru saja selesai mandi.
Pria yang ditanyai hanya mengangkat bahu tak acuh. Tiba-tiba suasana rumah kembali menyesakkan.

Mungkin Tuhan sudah menyesal…

“Aku lapar…” keluh Junsu berusaha menembus tembok penghalang diantara mereka. Namun Yuchun tak bergeming, matanya menatap lurus televisi tanpa niat untuk benar-benar menonton.

Hingga harus memisahkan mereka.

Junsu menatap miris kearah Yuchun. Merasa kehadirannya hanya dianggap angin lalu.

The days that pass us by

Lelaki itu baru saja pulang, setelah melempar tasnya sembarangan ia menuju dapur. Dibukanya pintu lemari es dan tak menemukan apapun di dalamnya.

Sometimes, even little tiny thing make me want to cry

Dengan terpaksa Changmin meneguk sebotol penuh air mineral dari kulkas. Ia kembali berjalan, kini menuju kamar tidur.
Lengang dan sepi bukan lagi hal aneh baginya, Changmin duduk di pinggiran sofa dan memutar saluran dewasa di televisi. Tak ada yang menarik dari sana, tepatnya setelah beberapa waktu ia lewati sendiri tak ada apapun yang benar-benar bisa menarik perhatiannya.
Matanya tertumbuk pada PS yang tersusun di atas dvd portable, lama ia hanya memandangi mesin permainan itu. Ia masih ingat itu adalah PS milik Junsu, lelaki itu sama sekali tak bisa melewati hari tanpa bermain game.

I remember…

Changmin membuka penutup kaca lemari yang menyimpan dvd dan PS. Ia meraih stik dan menekan tombol power.

I remember when my heart broken

Layar televisi secara otomatis menampilkan layar berwarna biru dengan logo, Changmin memasukkan kaset dan beberapa daftar petunjuk game menghiasi layar televisinya.

I remember when i screamed, i hated you

Changmin bermain dengan penuh semangat, seakan ada Junsu yang melawannya dan Yuchun yang tengah memanas-manasi mereka berdua duduk di sofa di belakang mereka.
Dalam sekejap ruang apartement tersebut di penuhi kegaduhan yang biasa, dan Changmin nampak sangat menikmatinya. Pria itu tertawa dengan riang, suara tawa yang lama tak lagi terdengar.
Namun tiba-tiba raut wajah Changmin berubah ketika ia menengok kesamping tubuhnya dan tak mendapati kedua hyungnya.

I remember…

Changmin meletakkan stiknya ke lantai, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Tak berselang lama isakan tertahan terdengar dari sela-sela jari yang terkatup.

Sad and lonely

Sendiri dan kesepian. Selama ini hal itu yang paling ia takuti, kelak tak ada seorang pun yang mau bermain game bersamanya. Dan hari ini sekali lagi ia di ingatkan.

Another day, another time without you

Junsu menatap makanan dingin di depannya tanpa minat.
“Aaaa…” pria itu mengangkat sepasang sumpit yang menjepit sushi ke depan wajah Junsu, memerintah dengan tangannya yang terulur.
“Kau juga harus makan,” ujar Yuchun sambil menyuapi Changmin.
“Kalau begitu ini untukmu Chunie, aaa…”
Changmin terkikik kecil dengan mulut penuh melihat tingkah kedua hyungnya. Junsu dan Yuchun yang menyaksikan gumpalan nasi di antara gigi Changmin juga ikut-ikutan tertawa.
Kehangatan menyelimuti mereka seketika. Saling suap-menyuapi membuat setiap orang dari mereka sekejap melupakan masalah yang membelenggu untuk sementara waktu.
Dengan wajah bahagia Junsu memandangi ekspresi tawa di wajah kedua pria tersebut. Mempertajam pendengaran untuk setiap nada tinggi rendah yang keluar dari mulut penuh makanan di depannya.
Namun sayup-sayup alunan tawa tersebut merayap menjauh. Menarik Junsu kembali ke tempatnya semula, ke masa sekarang. Dan tiba-tiba saja keakraban yang nyata tadi di gantikan dengan suara-suara asing di sekitarnya.
Junsu mengedarkan pandangan, merasa kecewa. Hanya dirinya yang sendirian. Semua orang di dalam restoran tersebut bersama dengan orang-orang yang mereka sayangi. Mengapa hanya dia yang sendirian?

I want to stop the time.
Please stop the time…
And back to the time where we used to be…

*To Be Continued*

Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s